Apa yang anda lakukan jika anda divonis tentang hidup anda yang hanya tersisa 365 hari? Seperti layaknya saya, saya terkena vonis kangker leukimia/kangker darah, dan kangker mulut apa yang anda rasakan? awal mula saya mendengar waktu saya hanya tinggal 365 hari, saya sangat tertekan dan bingung saya menghabiskan waktu 365 untuk bersenang - senang atau bertaubat.
Berawal dari hari-h setelah saya divonis waktu saya tinggal 365 hari, saya sangat murung berdiam diri seharian didalam kamar kost hilangnya nafsu makan dan semangat untuk hidup, lalu saya hanya bercerita kepada teman-teman dekat saya seperti tetangga kost yang setiap hari bertemu bertegur sapa layaknya keluarga, disitu saya memberi tahu kalau saya terkena penyakit tsb, dan reaksi mereka seolah-olah tidak percaya, karena keseharian saya sangatlah riang, sering bercanda.
Setelah saya memberi bukti bahwa waktu saya tidak lama lagi mereka barulah percaya bahwa saya tidak sedang bercanda, dan merekapun shock sekaligus memberi semangat bahwa itu hanya omong kosong belaka, akupun berpura-pura seolah tidak mempunyai penyakit apapun layaknya keseharian saya setelah mereka menyemangati saya, dan sampai sekarang saya tidak peduli apa kata vonis tersebut menjalani hari-hari layaknya seperti biasa.
Setelah saya teringat waktu saya tidak lebih dari 9bulan saya ingat bahwa saya sudah melakukan banyak dosa dan saya memutuskan untuk bertaubat sekaligus ingin mewujudkan cita-cita saya yaitu, membuktikan pada orang tua bahwa saya bisa hidup sendiri dan berkata ibu anakmu yang dulu pergi sudah menjadi anak yang sukses.
begitulah cerita saya selama 4 bulan sesudah terkena vonis, bagi anda yang mengalami hal yang serupa yaitu anda memiliki vonis hidup jangan lah berkecil hati masih banyak orang-orang lain disekitarmu yang memperdulikanmu. Baik itu secara mendoakan dan memberi semangat padamu (Dont give up) (You can do it) Semangat!
terimakasih telah membaca artikel ini semoga bermanfaat :)
Berawal dari hari-h setelah saya divonis waktu saya tinggal 365 hari, saya sangat murung berdiam diri seharian didalam kamar kost hilangnya nafsu makan dan semangat untuk hidup, lalu saya hanya bercerita kepada teman-teman dekat saya seperti tetangga kost yang setiap hari bertemu bertegur sapa layaknya keluarga, disitu saya memberi tahu kalau saya terkena penyakit tsb, dan reaksi mereka seolah-olah tidak percaya, karena keseharian saya sangatlah riang, sering bercanda.
Setelah saya memberi bukti bahwa waktu saya tidak lama lagi mereka barulah percaya bahwa saya tidak sedang bercanda, dan merekapun shock sekaligus memberi semangat bahwa itu hanya omong kosong belaka, akupun berpura-pura seolah tidak mempunyai penyakit apapun layaknya keseharian saya setelah mereka menyemangati saya, dan sampai sekarang saya tidak peduli apa kata vonis tersebut menjalani hari-hari layaknya seperti biasa.
Setelah saya teringat waktu saya tidak lebih dari 9bulan saya ingat bahwa saya sudah melakukan banyak dosa dan saya memutuskan untuk bertaubat sekaligus ingin mewujudkan cita-cita saya yaitu, membuktikan pada orang tua bahwa saya bisa hidup sendiri dan berkata ibu anakmu yang dulu pergi sudah menjadi anak yang sukses.
begitulah cerita saya selama 4 bulan sesudah terkena vonis, bagi anda yang mengalami hal yang serupa yaitu anda memiliki vonis hidup jangan lah berkecil hati masih banyak orang-orang lain disekitarmu yang memperdulikanmu. Baik itu secara mendoakan dan memberi semangat padamu (Dont give up) (You can do it) Semangat!
terimakasih telah membaca artikel ini semoga bermanfaat :)